Sahabat Setai-Ku

Senin, 27 April 2015

NASEHAT BAPAK.....

A N A K _ KU

1. Hanya orang2 yg suka ber-lebih2anlah yg
punya sepatu/sandal mahal, apalagi malah
mengkoleksinya. karena ketahuilah, saat kalian
sedang ramai berpesta, berlalu-lalang di mall, di
lobby2 gedung, kurang dari 1% orang yg sempat
melirik kaki kalian. coba buktikan datang ke
sebuah acara ramai. bahkan tdk ada yg nyadar
kalau engkau datang cuma nyeker. Dan hanya
orang2 yg super keterlaluan berlebih2anlah yg
membeli jam tangan mahal, karena sungguh,
semahal apapun jam miliknya, jarum jam
tangannya tidak akan bergerak lebih cepat atau
lebih lambat dibanding siapapun
2. Bahkan motivator paling ulung, group band
paling ngetop, orator kelas berat, pernah (dan
lumrah saja masih sering) grogi saat tampil di
depan umum. bapak mu bahkan selalu gugup
saat bicara di depan umum, jadi santai sajalah,
tdk usah cemas. jgn lupa baca bismillah.
3. Hidup ini adalah ujian. kenapa begitu? karena
meski kita semua tahu ujian itu berat dan
menyebalkan. orang2 tetap saja sibuk membuat
UTS, UAS, ujian nasional, ujian semesteran-an,
ujian les, dan sebagainya.
4. Kalau kau ingin mengenali karakter orang dgn
cepat dan tepat, perhatikan saja saat ada
kejadian yg membuat panik, kaget, atau
menakutkan tiba2. dengarkanlah kata yg
diucapkannya. perhatikanlah ekspresi wajahnya.
5. Kalau kau ingin tahu seberapa taat seseorang
dgn sunnah Rasul. maka perhatikan ketika ia
berwudhu. seberapa besar ia membuka keran air.
6. Anakku, salah-satu syarat mutlak agar kau
bahagia adalah: kau bahagia dan (memang)
berbahagia melihat orang lain (teman, saudara,
bahkan musuh) hidup lebih beruntung.
7. Cinta sejati tdk pernah datang dari satu-dua
kejadian. satu-dua kalimat. cinta sejati adalah
konsistensi dan komitmen panjang. dan kau tahu,
sayang. ibu adalah cinta sejati-mu (maka
berhentilah meng-gombal-i anak gadis orang).
8. Kelak jika kau sudah besar, kau boleh saja tdk
suka, melawan, atau bahkan bertengkar dengan
bapak, nak. tapi jangan sekali-kali. jangan pernah
sekali2 kau bilang ‘ah’ pada ibu-mu.
9. Jangan habiskan waktu untuk berdebat,
sedikitlah bicara. ah iya, karena besok saat kau
besar dunia sudah banyak berubah, jgn habiskan
waktumu utk ‘menulis’ mendebat sesuatu.
10. Jangan pernah bingung karena kau harus
memilih. karena di luar sana banyak orang yg
hanya punya satu pilihan. dan lebih banyak lagi
yang bahkan satu pun tdk mempunyai pilihan.
11. Jatuh cinta dgn someone special itu binatang
apa? percayalah, meski seluruh perasaan cinta
seperti ini diambil di muka bumi, dunia tetap
baik2 saja (apalagi kau yg sedang patah-hati)…
akan tetapi satu saja cinta seorang ibu kepada
anaknya diambil, maka seperti rusak sudahlah
seluruh kehidupan.
12. Jangan pernah takut melakukan sesuatu.
kalaupun gagal, kau bisa mengulanginya lagi…
lagi… dan lagi… Abraham Lincoln bahkan 8x gagal
mencalonkan diri. kau tahu siapa dia? Bapak juga
tidak kenal dekat dengan dia.
13. Ingatlah, ‘pertanyaan yg baik’ selalu lebih
baik dibandingkan ‘jawaban yg sempurna’.
mendengarkan selalu lebih baik daripada buncah
bicara. sayangnya, ketika kau dewasa kelak,
semakin banyak saja orang yg suka bernarsis ria
dengan ‘kata-kata’, dan selalu merasa bisa
memberikan ‘jawaban yg sempurna’.
14. Jangan pernah bersedih kalau kau tidak pintar
bicara. hargailah pendapat orang lain, bahkan bila
kau benci sekali dgn pendapatnya, dan
pendapatnya keliru. ini akan membedakan
seberapa dewasa kau menghadapi liberalisme,
demokrasi, dan kata canggih lainnya di masa2
kelak.
15. Hal yg paling menyedihkan adalah ketika kau
‘menjilat’ dgn seseorang (entah itu atasan,
senior, pemilik, penguasa atau sesuatu yg
berkepentingan)… dan sebaliknya kau justeru
‘aniaya’ dgn orang lain (entah itu bawahan,
yunior, atau orang sederajat dgn dirimu).
16. Kalau kau ingin kaya, jadilah pedagang… jgn
pernah jadi PNS, pejabat, guru, hakim, polisi,
dsbgnya… itu tdk akan pernah membuat kau
kaya… kalau kau ingin hidup tenteram, tenang,
maka jadilah petani (sebenar2nya petani)
17. Berpetualanglah melihat dunia… meski hanya
ke kampung sebelah, meski sempat ke kota
sekitaran, itu sudah awal yg baik untuk mengenal
kehidupan orang lain… dgn berpetualang, kau
akan semakin dewasa.. dan jelas, bapak tdk bisa
menceritakan lbh banyak soal dataran tibet sana
dibanding kau melihatnya sendiri.