Senin, 30 Desember 2013

SEDEKAH



Seorang lelaki miskin mendatangi seorang saudagar.

“Wahai Saudagar yang baik hati, bisakah kau meminjami aku uang sebesar 100 dirham? Aku akan pergi merantau untuk mengubah nasibku. Uang itu akan kugunakan membeli barang dagangan serta bekal merantau,” kata lelaki miskin.

Saudagar itu berkata, “Kau yakin bisa membayarnya?”

Lelaki miskin itu mengangguk.

“Kalau begitu, carilah beberapa orang saksi agar mereka menjadi saksi atas utang-piutang ini,” saran Saudagar.

“Biarlah Allah yang akan menjadi saksi utang-piutang ini, “ jawab lelaki miskin.

“Kalau Allah memang menjadi saksinya, bawalah orang yang bisa menjamin kepercayaanku kepadamu.”

“Cukuplah Allah menjadi penjaminku.”

Saudagar itu diam sejenak, lalu berkata, “Wahai lelaki miskin, kau benar cukup hanya Allah yang akan menjadi saksi atas penjaminmu.”

Saudagar itu lalu memberikan pinjaman dan si miskin berjanji akan mengembalikan pada kurun waktu tertentu.

Maka pergilah si miskin merantau sambil membawa barang dagangannya. Suatu hari, dia kembali ke kotanya sebab hari itu merupakan jatuh tempo pembayaran utang. Ia kemudian mengunjungi sang saudagar.

“Wahai Sahabatku, atas bantuanmulah aku dapat mengubah nasibku dan atas kehendak Allah semuanya dilancarkan sehingga aku bisa kembali untuk membayar utangku.”

Saudagar itu sangat bersimpati dengan sikap jujur si miskin yang kini telah menjadi orang yang cukup sukses.

“Wahai Saudaraku, sejak kau pergi dari rumahku dengan uang pinjamanmu, sesungguhnya aku tidak menganggapnya sebagai utang. Jadi, kau tidak memiliki kewajiban untuk membayar utangmu. Semua sudah kuikhlaskan. Kedatanganmu kemari sudah menunjukkan bahwa kau menjungjung tinggi janji, meletakkan Allah dalam hatimu, dan keyakinanmu membuat nasibmu berubah. Aku sangat bangga. Bawalah kembai uang itu, utangmu sudah lunas,” kata Saudagar itu sambil tersenyum.

Lelaki yang berutang itu menangis haru, “Sungguh indah manusia seperti dirimu, wahai Sahabat. Kau kaya dan bermanfaat bagi orang lain. Jika semua manusia sepertimu, tidak akan ada orang miskin di dunia ini.”

Akhirnya, lelaki itu menyedekahkan uang 100 dirham kepada orang miskin lainnya dan berharap memberikan manfaat bagi mereka.

“Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari, selagi matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atas kendaraannya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang kau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah, dan menyingkirkan aral (rintangan, ranting, paku, kayu, atau sesuatu yang mengganggu) dari jalan juga merupakan sedekah.” –HR BUKHARI DAN MUSLIM

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi Sahabat g+ dan salam Ukhuwah



Disebutkan dalam satu riwayat bahwa pada suatu hari Nabi SAW menemui para shahabat, lalu bertanya :

“Bagaimana keadaan kalian ketika memasuki pagi hari ?” Mereka menjawab : “Kami berada dalam keadaan beriman kepada Allah.” Beliau SAW bertanya : “Apakah tanda-tanda keimana kalian ?” Mereka menjawab :
1. “Kami bersabar terhadap musibah,
2. bersyukur atas nikmat kelapangan,
3. dan menerima semua ketetapan Allah.”
Beliau SAW bersabda : “Kalau begitu, kalian benar-benar orang mukmin, demi Tuhan pemilik Ka’bah.”

Pengertian yang senada diungkapkan oleh seorang ahli ma’rifat :
1. Sabar dengan tidak mengeluhkan apa pun yang dialami, seperti kesabaran manusia pada umumnya ; ini adalah sabar tingkat tabi’in.
2. Sabar dengan menerima segala ketetapan Allah, seperti kesabaran orang yang tidak mempedulikan masalah duniawi ; ini adalah sabar tingkatan orang-orang zuhud.
3. Sabar dalam pengertian menghadapi semua musibah dengan senang hati karena semuanya itu dari Allah belaka, seperti kesabaran orang-orang yang benar dalam imannya ; ini adalah sabar tingkatan para shidiqqin.

Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda :
“Sembahlah Allah dengan senang hati. Jika kamu tidak mampu, maka hal yang terbaik bagimu adalah bersikap sabar menghadapi nasib yang tidak kamu sukai.

Kamis, 12 Desember 2013

BERSYUKUR



Bersyukur adalah memberikan pujian kepada yang memberikan karunia nikmat dari suatu kebajikan.

Syukurnya seorang hamba berkisar pada tiga rukun, yaitu:
1. Mengakui pemberian nikmat secara bathin
2. Menyebut-nyebut puji dan syukur secara dhohir
3. Menggunakan nya pada jalan keta'atan.

Dengan ini kita simpulkan, bersyukur berkaitan dengan hati, lisan, dan anggota badan. Hati mengakui akan adanya nikmat, lisan senantiasa memuja dan memuji, anggota badan menggunakan nikmat tersebut di jalan keta'atan.

Allah
سبحانه وتعالى kaitkan syukur dengan iman dalam firman Nya,"Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha mengetahu" (QS. An-Nisa: 147)

Allah khabarkan bahwa hamba yang bersyukur merekalah orang-orang yang khusus diberikan karunia kenikmatan, sebagaimana firman Nya ,"Demikianlah Kami menguji sebagian mereka dengan sebagian yang lain, agar mereka berkata,"Orang orang semacam inikah diantara kita yang diberi anugrah oleh Allah?", Maka Allah berkata "Bukankah Allah lebih mengetahui tentang hamba-hamba Nya yang bersyukur kepada Nya?" (QS. Al-An'am: 53)

Allah membagi manusia ada dua jenis: Bersyukur dan Kufur, sebagaimana firman Nya,"Sungguh, Kami telah menunjukkan kepada manusia jalan yang lurus, akan tetapi diantara mereka ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur" (QS. Al-Insan: 3)

Dan Allah memberikan ancaman kepada mereka yang kafir, Allah berfirman ," Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengumandangkan "Sungguh jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan tambah nikmat kepadamu, tapi bila kalan kufur dan mengingkari nikmat-Ku, maka pastilah adzabKu amat sangat keras" (QS. Ibrahim: 7)


Rabu, 11 Desember 2013

J I K A S A B A R



Jika Cinta Itu Suara "Dengarkanlah"
Jika Cinta Itu Isyarat "Pahamilah"
Jika Cinta itu Hati "Rasakanlah"
Jika Cinta itu Mata "Lihatlah"
Jika Cinta itu Kaki "melangkahlah"
Jika Cinta itu Tangan "raihlah".

Apapun yang kamu lakukan Sertakan ALLAH SWT dalam hatimu,
Karena ALLAH SWT Selalu ada disisimu Ketika Tak seorangpun ada untukmu. Hidup akan Kosong..

Saat kamu berhenti Bermimpi, Harapan akan Hilang.
Saat kamu Berhenti Percaya, Cinta akan Gagal

Berusaha sabar dalam kesedihan.
Berusaha sabar dalam kekecewaan.
Berusaha sabar dalam kesakitan.
Berusaha sabar dalam musibah.
Berusaha sabar dalam ujian hidup.

Memang benar..
Sabar itu susah.
Sabar itu capek.
Sabar itu sakit.
Sabar itu bikin stres.
Akan tetapi jika kita mampu melewatinya. Maka sabar itu akan menjadi sebuah keindahan..... Insyaallah.

Jangan menangis jika di sakiti
Jangan menangis jika di Lukai
Jangan menangis jika di Khianati
Jangan menangis jika di Bohongi
Jangan menangis jika di Lupai
Jangan menangis jika di abaikan Tersenyumlah..
dan katakanlah...

Ya ALLAH SWT
'' Terimakasih atas selama ini. Karena engkau sudah menjadikanku menjadi lebih Kuat ''

Semoga Sahabat – Sahabat  yang membaca Blog ini Selalu Dalam Keadaan Sehat Wal 'Afiat Dan Tidak Kekurangan Sesuatu Apapun Yang Diberikan ALLAH SWT Dan TALISILATURRAHMI BERJALAN LANCAR  Aamiin …WASSALAM

Kamis, 28 November 2013

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu....



Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku." .........
Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar."......
( Qs, al an aam ayat 77 dan 78 )

# Betapa hebatnya matahari,,,,yang memancarkan cahaya terang ke seluruh alam ini.....tiada letih ,,, tiada lelah,,,, tiada redup dalam sinarnya.....

# Kita lihat bulan,,, hanya bebatuan hitam,,, yang tidak bisa memberi kehidupan sama sekali.....tapi pada malam hari,, dia memberikan cahaya terang yang menyejuk kan.

# Padahal itu semua pantulan dari matahari,,, buka dari dianya....walau terasa bagi kita, seakan dia lah yang terang.

# Buat apa bulan itu harus memantulkan cahaya matahari,,,sedemikian rupa,,?
mulai dari bulat penuh,, sampai bentuk pelepah kering dan kembali lagi,,?

# Pada surat albaqarah 189 Allah katakan,,, bulan itu untuk perhitungan tanggal bagi manusia,,

# Betapa hebatnya matahari,,, yang tiada kekurangan energi tuk bersinar sampai akhir zaman,,,,walau tak hebat bulan,, tp dia juga telah bergerak sesuai garis edarnya,,,, mentransfer cahaya buat kita.

# Maha besar Allah,, yang menciptakan,,jagad raya ini dengan segala isinya...dengan segala ketelitian perhitungannya...

# Memberi perhitungan waktu yang akurat bagi manusia,,
tidak sedikit pun meleset,,

# Masih kah kita ragu akan kebesaran Allah..