Sahabat Setai-Ku

Senin, 28 Januari 2013

Pilihan Hati




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Untukmu yang disana..
Tenangkan hatimu ku kan selalu ada di sisimu...
Dalam suka aku ada di belakangmu tuk mendukung apapun yang terbaik bagimu..
Dalam duka ku kan selalu ada di sisimu tuk memberikan pundakku agar kau nyaman berada di sampingku...
Dalam suka ku kan selalu ada, apalagi dalam duka tentu tak kan ku tinggalkanmu walau sekejap saja...
Yakinkan hatimu tatkala bersamaku dan memilih menjadi pendampingku kelak, itu adalah pilihan hatimu bukan nafsu sesaat yang menipu...
Tanamkan dalam jiwamu bahwa apa yang menjadi pilihanmu adalah mampu membahagiakanmu...
Ikhlaskan setiap langkahmu semoga dengan begitu kebaikan kan selalu menyertaimu..
Beningkan prasangkamu bahwa bersamaku tak kan menjurumuskanmu dalam kenistaan yang kan membuat Allah murka dan menjauh dari kita...
Berjuanglah agar apa yang menjadi pilihan hatimu, hatiku dan hati kita adalah selalu dalam kerangka kebaikan yang kan mendekatkan kita kepada Allah Yang Maha Menyaksikan..

AKHLAK RASUL KEPADA KELUARGA



BISMILLAH~~

Dalam hadits diriwayatkan, bahwa jika ada pakaian yg sobek, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing utk keperluan keluarga maupun untuk dijual. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yg telah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsingkan lengan bajunya utk membantu isterinya di dapur.
Rasulullah juga sangat romatis kepada istrinya. Beliau selalu menggandengan tangan istrinya jika keluar rumah, maupun ketika di dalam rumah.
Rasul Saw pernah bersabda, "Apabila pasangan suami istri berpegangan tangan, dosa² akan keluar melalui celah-celah jari mereka".

Bahkan Rasul Saw acapkali memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama, atau mengajaknya bepergian

Baginda Nabi Saw juga selalu memanggil istri-nya dgn panggilan2 yg menyenangkan yg membuat hati istrinya berbunga-bunga.

Baginda Nabi sangat marah tatkala melihat sahabat memukul isterinya. Rasul Saw menegur, “Mengapa engkau memukul isterimu?”.

Kemudian dijawab dgn agak gemetar, “Isteriku sangat keras kepala. Sudah diberi nasihat dia tetap bandel, jadi aku pukul dia.”

“Aku tidak bertanya alasanmu,” sahut Nabi “Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu & ibu dari anak2-mu?”

Beliau Saw bersabda, “Sebaik-baik lelaki adalah yg paling baik & lemah lembut thdp isterinya.

Wahai Nabi, sungguh mulia ahlakmu, betapa jauhnya beda diri kami denganmu.

Allahummashallii ala sayyidina Muhammad wa ala'ali sayyidina Muhammad.

Di bulan kelahirannya saat ini, mari kita gerakkan diri tuk membaca tuntas sejarah beliau & bersegera menangkap makna² yg perenial

Semoga kita & anak keturunan kita senantiasa mencontoh akhlak Rasulullah Saw & kelak bisa mendapat syafaat dari beliau di yaumil hisab.

SEPENGGAL PESAN UNTUK BIDADARIKU




Bissmillahirrahmanirrahim....

Uthie... tahukah betapa berbedanya engkau saat cinta seorang lelaki menyapa hatimu ? Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu diwajah, tak ada bahagia dihati.Namun sebaliknya, ketika engkau jatuh cinta yang engkau rasakan adalah penyesalan yang teramat sangat atas sebuah hijab yang telah tersingkap.

Ketika lelaki yang tak halal bergelayut dalam alam fikiranmu, yang engkau rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi. Ketika rasa rindu mulai merekah di hati, yang engkau rasakan adalah kesedihan yang tak terperi akan sebuah rasa yang tak semestinya…. Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu.… Yang ada adalah malam2 yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta_Nya yang ternodai. Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah.… Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit.

Uthie... ketika engkau jatuh cinta,… bukan harapan untuk bertemu yang engkau nantikan. Tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut.… Tak ada kata2 cinta dan rayuan…, yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal bagimu.…

Uthie... ketika engkau jatuh cinta, maka kegelisahan dihati tak mampu lagi memberikan ketenangan diwajah yang dulu teduh.… Engkau akan terus berusaha mematikan rasa itu, bagaimanapun caranya.… Bahkan meski engkau harus menghilang, maka itu pun akan engkau lakukan.

Tapi Uthie… bersabarlah…...!Jadikan ini ujian dari Rabbmu…, matikan rasa itu secepatnya.… Pasang tembok pembatas antara engkau dan aku…, pasang duri dalam hatimu agar rasa itu tak tumbuh bersemi.… Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap... Putar balik kemudi hatimu, agar
rasa itu tetap terarah hanya pada_Nya.… Pupuskan rasa rindu pada diriku dan kembalikan dalam hatimu
rasa rindu akan cinta Rabbmu.…

Uthie…... jangan khawatir kau akan kehilangan cintaku Kerana bila memang kita ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kita untuk bersatu.… Tapi... ketahuilah bagaimana pun usaha kita untuk bersatu jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kita bersatu….

Uthie… bersabarlah...!…, biarkan Allah yang mengaturnya. Maka yakinlah semuanya akan baik2 saja,… semua akan INDAH pada waktunya….
Aamiin

Jumat, 25 Januari 2013

Calon-KU



Kepada Yth
Calon Istri-ku
Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dear calon Istri-ku
Apakah kabarnya imanmu hari ini?
Sudahkah hari mu ini diawali dengan syukur
Karena dapat menatap kembali fananya hidup ini
Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai calon Istri-ku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?

Disini aku di tempa untuk menjadi dewasa,
agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.
Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.

Kadang aku bertanya-tanya,kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku.
Bagian terapuh diriku, namun kini aku tahu jawabannya.

Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya.
Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah “memiliki” aku di hatimu..
Calon Istri-ku..
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi Hawa yang tangguh, hingga akupun bangga “memilikimu” kelak

Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalihan
Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila  kegagah yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang akan kau dapati
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi Suami  yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, calon  istri-ku.

Wahai calon  Istri-ku..
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat
Namun nanti, setelah menjadi Suami-mu, aku berharap menjadi pendamping yang sholehah agar kelak di syurga cukup kamu  yang menjadi bidadariku, mendampingi dirimu yang sholeh.

Aku ini pencemburu berat.
Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela.
Aku harap begitu pula dirimu.

Aku yakin kaulah yang kubutuhkan,
meski nanti kau bukanlah orang yang kuharapkan..

Calon istri-ku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubung menjadi perahu pernikahan kita, Aku harap nanti kau tidak merasakan tinggal di- gubug derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih..
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah Ta’ala..
Bunga ini akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon Istri-ku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Itulah yang kini kuhadapi.
Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Bersabarlah Calon istri-ku..
Do’a Kan -Aku Selalu…
Agar Allah memudahkan jalan-Ku Tuk menjemput-Mu sebagai bidadari-Ku…

Semoga Allah Selalu Menjagamu,Agar tak tersentuh yang bukan mahrammu, Meski hanya seujung kuku..
Agar Kau bisa Mempersembahkan dirimu “seutuhnya” untukku..
Seperti hal nya aku, Yang ingin mempersembahkan diriku seutuhnya, “hanya” untukmu..
Sudah dulu ya calon Istri-ku..
Salam Cintaku Untukmu..

Wassalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Calon Suami-mu

PERSINGGAHAN




Lembaran demi lembaran telah penuh tertuliskan cerita dalam kehidupan,
putih telah tergores tinta takan mungkin dapat di hapus,
karna kenangan adlh keabadian.”

Berawal dari satu rasa kini seribu asa, berasal dari satu kata kini ingin meraih bahagia”
Kehidupan tetaplah khidupan, bukan manusia yang menjadi sutradara namun Sang Maha Pencipta yg berkuasa. Semua penuh misteri, menjadi rahasia-Nya dlm mengatur cerita yang fana.”

Manusia hanya menjalani,
untuk menuai stiap apa yang tertera dlm perbuatan..
Indah memang terasa indah,..
pahit emang pahit. ..
Namun
itu adlh keseimbangan,
agar hidup penuh rasa syukur dan keprihatinan,

bahwa di dunia hanya persinggahan menuju kembali ke kampung halaman (akhirat)


Salam santun dari....http://pangkapichef.multiply.com/